Hikmah Beriman kepada Malaikat

>
Hikmah Beriman kepada Malaikat - Orang-orang yang beriman selalu dapat mengambil pelajaran dari apa yang diimani. Dalam hal beriman kepada malaikat-malaikat Allah Swt., pelajaran yang dapat dipetik antara lain seperti berikut.
  1. Menambah keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.
  2. Senantiasa hati-hati dalam setiap ucapan dan perbuatan sebab segala apa yang dilakukan manusia tidak luput dari pengamatan malaikat Allah Swt.
  3. Menambah kesadaran terhadap alam wujud yang tidak terjangkau oleh pancaindra.
  4. Menambah rasya syukur kepada Allah Swt. karena melalui malaikat-malaikat-Nya, manusia memperoleh banyak karunia.
  5. Menambah semangat dan ikhlas dalam beribadah walaupun tidak dilihat oleh orang lain ketika melakukannya.
  6. Menumbuhkan cinta kepada amal saleh karena malaikat selalu siap mencatat amal manusia.
  7. Semakin giat dalam berusaha karena tidak ada rezeki yang diturunkan oleh malaikat Allah Swt. tanpa usaha dan kerja keras.
    Hikmah Beriman kepada Malaikat
    Hikmah Beriman kepada Malaikat
Pesan-Pesan Mulia
Kisah Dua Malaikat Pencuci Hati Nabi
Nabi Muhammad saw. adalah seorang manusia yang sangat mulia. Di dadanya tidak ada lagi pikiran yang kotor, perasaan sombong, iri, dengki, dan perasaan serta sifat tercela lainnya. Pada suatu hari yang sangat terik, seperti biasa Nabi Muhammad saw. yang baru berumur tiga tahun ikut menggembala kambing bersama anak kandung Halimah. Mereka menggiring kambing ke sebuah padang rumput dan menggembalakannya seperti biasa. Masa-masa menggembalakan kambing adalah masa-masa yang sangat menyenangkan. Mereka dapat bermain sepuasnya sambil tetap memperhatikan kambing-kambing itu mencari makanan sendiri. Mereka dapat bersenda gurau atau berpura-pura menunggangi kuda padahal mereka sedang menunggangi kambing. Hubungan Nabi Muhammad saw. dengan anak-anak Halimah, saudara sesusuannya sangat baik dan akrab.

Suatu hari Halimah mendapati anaknya kembali seorang diri tanpa Muhammad saw. bersamanya. Wajahnya tampak kaget ketakutan. Dengan terbata-bata dan napas yang tersengal-sengal, dia mengatakan bahwa Nabi Muhammad saw. dibawa oleh dua orang laki-laki yang berpakaian serba putih. Setelah diikuti, ternyata dua orang lelaki itu membawa Muhammad saw. ke suatu tempat, kemudian menelentangkannya di atas rumput dan membelah dadanya. “Dua orang laki-laki itu telah membunuh Nabi Muhammad saw.!” kata anak Halimah sambil menangis terisak-isak.

Halimah dan suaminya tersentak kaget. Mereka tidak mempercayai ucapan anaknya tadi. Apa benar Muhammad saw. sudah dibunuh? Jika ia, siapa yang membunuhnya dan untuk apa membunuhnya? Bagaimana mereka harus mengatakan kepada ibunda Muhammad saw., yaitu Aminah dan keluarganya jika benar Muhammad saw. sudah dibunuh orang? Pikiran itu berkecamuk di kepala mereka. Tanpa menunggu waktu lama, mereka segera berlari menuju tempat yang disebutkan anaknya. Mereka harus segera mengetahui keadaan Muhammad saw.

Halimah dan suaminya sampai di tempat yang ditunjukkan. Mereka menarik napas lega ketika mendapati Muhammad saw. sedang duduk di atas tanah dengan wajah sangat pucat ketakutan. “Wahai Muhammad, apakah kamu baik-baik saja? Apa yang telah terjadi terhadapmu?” tanya Halimah sambil memeluk Muhammad saw. erat-erat. Dia sangat bersyukur anak asuhnya baik-baik saja. “Dua orang laki-laki berpakaian putih mendatangiku. Mereka menyuruhku telentang dan kemudian mereka membelah dadaku. Mereka mencari sesuatu di dadaku dan akhirnya membuangnya ketika mereka sudah menemukannya. Setelah itu mereka segera pergi dengan cepat tanpa aku menyadari kepergiannya,” jawab Nabi Muhammad saw.

Begitulah, ketika Allah Swt. melalui malaikat yang diperintah-Nya membersihkan dan menyucikan hati Nabi Muhammad saw. ketika ia masih sangat kecil. Malaikat Jibril mengambil jantung Nabi Muhammad saw. dan membuang segumpal darah dari jantung tersebut yang merupakan bagian setan dari diri Rasulullah saw. Setelah itu, jantung Nabi Muhammad dicuci dengan air zamzam yang dibawa oleh Malaikat Mikail dan dikembalikan lagi ke tempatnya semula. 
(Dikutip dari: 99 Kisah Menakjubkan dalam al-Qur’ān).

Menerapkan Perilaku Mulia
Dengan senantiasa menghadirkan dan meneladani sifat-sifat malaikat dalam kehidupan, maka kita akan, bertindak seperti berikut.
  1. Berkata dan berbuat jujur karena di mana dan ke mana pun malaikat pasti mengawasi kita.
  2. Patuh dan taat terhadap hukum-hukum Allah Swt. dan peraturan yang dibuat oleh pemerintah.
  3. Melaksanakan tugas yang diembankan kepada kita dengan penuh tanggung jawab keikhlasan.
  4. Bertindak hati-hati serta penuh perhitungan dalam perkataan dan perbuatan.
  5. Memiliki rasa empati dengan memberikan bantuan kepada orang yang sedang membutuhkan bantuan (kepedulian sosial).
  6. Perilaku yang ditampilkan mampu menjadi suri teladan bagi lingkungannya.
  7. Selalu berusaha untuk memperbaiki diri sendiri dari waktu ke waktu.
  8. Berusaha sekuat tenaga untuk menghindari berbagai perbuatan buruk.
  9. Tidak bersikap sombong (riya’) dalam berbuat kebaikan.
Hadirkanlah malaikat dalam kehidupanmu, yakinkan pada dirimu bahwa semua perbuatan kita akan dicatat oleh malaikat Allah Swt. dan kelak akan mendapat balasannya. Kamu pasti akan hidup bahagia di dunia dan akhirat.

Rangkuman

  • Beriman kepada malaikat mengandung makna bahwa sebagai orang yang beriman, kita harus percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa malaikat diciptakan dari cahaya (nur) yang diberi tugas oleh Allah Swt. dan senantiasa melaksanakannya tanpa pernah membantah atau meningkarinya. Salah satu tanda atau ciri dari orang beriman kepada malaikat adalah memiliki keyakinan yang kuat dalam hatinya bahwa di alam semesta ini terdapat malaikat dan keyakinan tersebut diucapkan melalui lisannya. Wujud konkrit dari iman tersebut adalah dibuktikan seorang muslim dalam perbuatan sehari-hari.
  • Iman kepada malaikat memiliki landasan (dalil) dalam pengambilan hukumnya. Di antara dalil yang menunjukkan adanya kewajiban iman kepada Malaikat antara lain:
  1. QS. al-Baqarah/2:285
  2. QS. an-Nisā’/4:136
  3. Hadis-hadis Nabi Muhammad saw.
  • Malaikat bersifat abstrak dan immaterial. Jumlah malaikat tidak terbatas, tetapi yang wajib diimani berjumlah 10.
  • Iman kepada malaikat memiliki hikmah di antaranya meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Swt. Mendorong manusia untuk hati-hati dan meningkatkan amal serta menghindarkan diri dari sifat tercela.
  • Seorang yang beriman kepada malaikat senantiasa menghadirkannya dalam kehidupannya sehari-hari.

0 komentar

Posting Komentar